Apakah Ayah dan Ibu Nabi Muhammad Masuk Neraka?


TheViralz - Alasannya bahwa dalam bahasa Arab, kata اب itu tidak selamanya berarti “bapak” melainkan bisa juga berarti “paman”. Sehingga dikatakan pula bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Muhammad sendiri dengan kata “bapakku” adalah “pamanku”.

Jika demikian, maka permasalahan bahasapun timbullah dalam hadis Nabi itu, sebab jika kata ابى dimaknai dengan “pamanku”, maka artinya akan menjadi “sesungguhnya pamanku dan pamanmu berada di neraka”. Tentu akan diteliti pula tentang si penanya tersebut, apakah yang ditanyakannya itu “bapaknya” atau “pamannya”?

Bagaimanapun, Imam Syafi’i dalam kitab besarnya “Al-Um”, mengatakan bahwa Ibrahim bernasab kepada bapaknya, sedangkan bapaknya kafir, begitu juga anaknya Nuh bernasab kepada Nuh, walaupun anaknya kafir. Sehingga jika kita merujuk kepada Imam Syafi’I, kata اب sebagai “paman” menjadi lemah, di sisi lain, kata اب memang pada dasarnya bermakna “bapak”, atau lebih tegasnya “bapak kandung”.

Sementara itu pula, dalam Al-Qur’an sudah cukup jelas diberitakan tentang kekafiran bapaknya Ibrahim dan anaknya Nuh, namun untuk orangtua Nabi Muhammad tidak ada ayat yang menjelaskan secara qoth’i, kecuali hanya hadis diatas yang jelas-jelas mengatakan bahwa “sesungguhnya bapakku dan bapakmu di neraka”. Ulama telah mencoba mengemukakan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai dalil bagi usaha memastikan kedua orangtua Nabi adalah calon penghuni surga, atau dengan kata lain adalah orang-orang yang beriman, beragama tauhid, atau “ahlul-fatrah”, yaitu umat manusia yang berada pada masa kekosongan kenabian (tidak ada nabi), meskipun ayat-ayat tersebut lebih bersifat umum, seperti misalnya ayat yang artinya “kami tidak akan menurunkan azab sebelum mengutus seorang rasul (al-Isra’ ayat 15)”. Ruang ini teramat sempit untuk menghimpun semua dalil dan pandangan.




Sumber : http://www.enterberita.com

.

Apakah Ayah dan Ibu Nabi Muhammad Masuk Neraka?
4/ 5
Oleh